Pertanian

Juli 2016, Tingkat Kesejahteraan Petani Secara Nasional Turun

republika.co.id

JAKARTA-Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2016 sebesar 101,39 atau turun 0,08 % dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,48 %, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,56 %. “Pada Juli 2016, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,67 %) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya,” kata Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Sebaliknya, kata Suryamin, NTP Provinsi DI Yogyakarta mengalami kenaikan tertinggi (0,71 %) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2016 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,76 % disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok penyusun IKRT terutama indeks kelompok bahan makanan. “Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2016 sebesar 110,02 atau naik 0,36 % dibanding NTUP bulan sebelumnya,” paparnya.

Berdasarkan data BPS, NTP nasional Juni 2016 sebesar 101,47 atau turun 0,08 % dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,39 %, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,46 %.

Pada Juni 2016, NTP Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan tertinggi (1,10 %) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu mengalami penurunan terbesar (2,16 %) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Juni 2016 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,59 % disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok penyusun IKRT terutama indeks kelompok makanan jadi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2016 sebesar 109,63 atau naik 0,24 % dibanding NTUP bulan sebelumnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top