Nasional

Jokowi Inginkan Hanura Solid Hadapi Pemilu 2019

IMG-20180508-WA0102

PEKANBARU-Teka-teki batalnya Presiden Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Hanura mulai sedikit terungkap. Salah satunya, kemungkinan Presiden Jokowi tak menginginkan adanya kegaduhan politik baru. “Karena kan begini, kita nggak mau yang bikin suasananya tegang, kita mau suasananya tenang,” kata Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) usai bertemu Presiden Jokowi di Novotel Hotel, Pekanbaru, Selasa (8/5/2018).

Yang pasti menurut OSO, partainya berusaha untuk membangun saling kesepahaman, saling pengertian sehingga apabila ada tiap kecil yang berpotensi mengganggu hubungan yang sudah terjalin harmonis dengan Presiden Jokowi. “Sama dengan apa yang dipikirkan oleh Pak Jokowi,” sebut OSO.

Makanya, OSO mengungkapkan seharusnya tepat pukul 17.00, Jokowi membuka Rakernas, tapi baru mendarat di bandara jam 18.00. Sehingga akhirnya ia memutuskan membuka sendiri Rakernas atas seizin Jokowi. “Jadi akhirnya saya yang membuka dan saya sudah minta izin sama beliau, saya akan meneruskan (buka Rakernas). Silakan (jawab Jokowi). Terus kita diminta melapokaan,” ungkap OSO lagi.

Diakui Senator asal Kalimantan Barat, guna menyinkronkan kerja partai dengan kerja pemerintahan, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kerap melaporkan dinamika partainya kepada Presiden Joko Widodo. Termasuk perkembangan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2018 yang baru dibukanya di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, Selasa (8/5/2018).

Usai membuka Rakernas, Oesman Sapta beserta jajaran petinggi Partai Hanura langsung menemui Presiden Joko Widodo yang terlambat dan batal hadir kemudian memilih langsung ke penginapan.

OSO, panggilan akrabnya menyambangi lokasi Jokowi menginap untuk melaporkan tentang Rakernas yang baru dibukanya.

Selama di Riau, Jokowi akan melakukan sejumlah rangkaian kegiatan antara lain membuka Rakernas Partai Hanura yang batal karena terlambat, meninjau perkembangan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, serta membuka Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke 92 dan istighotsah kubro sekaligus pelantikan PWNU Riau.

Selain melaporkan, Presiden Jokowi juga memberi wejangan. Namun OSO menolak menjelaskan tentang arahan dari Jokowi itu. “Arahan-arahan itu ngga boleh dibawa keluar, nanti takut salah arah. Nanti saya dijelaskan pengarahan, tahu-tahu Jokowi bilang, loh nggak begitu maksudnya,” kelakar Ketua DPD RI ini.
***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top