Nasional

Jejak Harta Karun Di Situs Gunung Padang

IMG-20180816-WA0002

CIANJUR-Situs Megalitikum Gunung padang yang berada di kecamatan Campaka, Cianjur Jawa Barat telah menjadi perhatian dunia. Apalagi umur bangunan yang berbentuk punden berundak-undak di perkirakan umurnya lebih dari 10.000 tahun, menurut tim geologi hasil dari uji karbon Badan Tenaga Atom Nasional

Sebagai tempat wisata kawasan Gunung Padang tertata dengan baik, pengunjung hanya membayar tiket 5000 rupiah perorang, untuk menuju puncaknya pengunjung harus menaiki anak tangga, ada dua jalur naik masing-masing punya track yang berbeda, yang curam memiliki 326 anak tangga dan yang landai 740 anak tangga, namun tepat di sisi sebelum menaiki tangga pengunjung bisa menikmati mata air kahuripan yang di yakini memiliki kandungan mineral sangat baik.

“Ada mitos yang berkembang bahwa situs Gunung Padang merupakan salah satu istana nabi Sulaiman yang di hadiahkan untuk Ratu Balqis, maka wajarlah bila ada rumor tentang harta yang terpendam berupa perhiasan emas, berlian, batu permata dan banyak lagi” ungkap Shinta Herlita seorang peneliti independen yang telah melakukan peneltian secara mandiri sejak tahun 2016

“Ada pintu masuk menuju situs terletak di sebelah timur yaitu berupa goa, hal ini saya ketahui dari salah satu juru kunci, beliau di ajak oleh ayahnya masuk ke dalam goa dan harus mematuhi pantangannya karena ada harta terpendam yang di jaga oleh ular besar dan ruangan harta tersebut tepat di bawah teras empat, kunci untuk masuk pun telah tim kami temukan namun sayangnya gempa telah menggeser kedudukan pintu hingga untuk membukanya butuh alat canggih” lanjut Shinta Herlita sambil menemani kami keliling areal atas Gunung Padang, Selasa (16/8/2018).

“Asumsi itulah yang juga ingin kami buktikan dengan melakukan eskavasi dan penelitian arkeologi, kami telah menemukan batu tegak bergaris dengan dugaan bahwa batu tersebut menjadi penunjuk menuju sebuah ruang yang berada di dalam perut situs gunung Padang karena di teras bawah dengan jarak 50 meter sejajar teras kelima ditemukan pula batu tegak berciri sama,” ujar Lutfhi Yondri arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional

“Pertama kali Situs Megalitikum Gunung Padang di ungkap oleh peneliti Belanda NJ Kroom tahun 1914 lalu pada medio 1979 kembali ditemukan oleh 3 orang penduduk setempat, di tahun 2012 kembali di lakukan eskavasi,” tambahnya.

“Kami mencari artefak dalam bentuk apapun untuk bisa menjelaskan tentang kehidupan dan peradaban di masa lalu tentang situs megalitikum, inilah harta karun sesungguhnya dengan memberikan catatan baru pada ilmu pengetahuan”

Bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki luas 10 kali dari candi Borobudur ini di buktikan dengan temuan 20 terasering yang tersusun rapi memanjang lebih dari 200 meter dalam kontruksi punden berundak”

Perlu adanya penelitian lanjutan bukan sekedar mencari harta terpendam tapi juga menguak tabir peradaban masa lalu Nusantara, karena ada atau tidaknya harta karun yang terpendam di Gunung Padang tidak menggoyahkan bahwa situs megalitikum ini merupakan harta terbesar yang di miliki Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top