Infrastruktur

Jalan Benteng Betawi Senilai Rp5,2 Miliar Sudah Retak, Perlu Dipertanyakan

20171115_093743

TANGERANG-Proyek peningkatan Jalan Benteng Betawi senilai Rp 5,2 miliar lebih pada 2016 diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Berdasarkan pantauan lapangan, proyek jalan yang dikerjakan PT Adikarya Putra Cisadane tersebut sudah retak-retak.

Beberapa retakan sangat jelas di depan Stasiun Batu Ceper. Kontraktor jalan berusaha menambal retakan tersebut, namun tak banyak membantu. Bahkan sejumlah retakan tersebut makin banyak terlihat.

Tak hanya itu, kondisi jalan tersebut juga bergelombang, alias tidak rata. Padahal peningkatan jalan alternatif yang menghubungkan antara Kota Tangerang dengan wilayah DKI Jakarta tersebut baru satu tahun selesai dilaksanakan.

Menyikapi hal ini Ketua LSM Garuk KKN, Agus Syahrul Rijal menyatakan patut diduga proyek yang nilainya cukup besar tersebut under speck. “Bisa jadi kalau baru satu tahun sudah retak-retak, kualitas beton yang digunakan diduga dibawah spefikasi teknis yang sudah ditentukan, dan bisa dikatakan sebagai pelanggaran dan penyimpangan kalau seperti itu,” kata Agus.

Terkait hal ini, tambah Agus, seharus Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang melakukan komplain dan teguran terhadap perusahaan kontraktor yang mengerjakan project tersebut. “Ini jelas merugikan, pihak pelaksana harus nya melakukan perbaikan dan mengganti kerusakan itu, apalagi baru setahun,” kata Agus.

Jalan Benteng Betawi tambah Agus merupakan jalan utama di Kota Tangerang yang sangat vital, karena menjadi penghubung antara Kota Tangerang dengan DKI Jakarta. “Kalau jalan rusak, tentunya akan dirasakan oleh masyarakat umum, mengingat jalan ini dibiayai oleh APBD Kota Tangerang, maka wajar juga kalau masyarakat mempertanyakan proses pembangunannya,” kata Agus.

Sementara itu ketika dikonfirmasi terkait hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kota Tangerang, H.Nana Trisyana, ketika dihubungi via handphone tidak menjawab, di sms juga tidak memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kabid Jalan dan Jembatan, Gunawan, tidak merespon ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Begitu juga dengan Direktur PT Adikarya Putra Cisadane Ediyanto tidak merespone ketika dihubungi melalui handphone.

Seperti diketahui ruas Jalan Benteng Betawi ini dibangun pada tahun 2002 pada era Walikota Mochamad Thamrin, dan ruas jalan yang menghubungkan antara Jalan Sudirman menuju Jalan Maulana Hasanudin ini sudah mengalami beberapa kali peningkatan. Pada tahun 2016 lalu, Pemkot Tangerang melakukan peningkatan pada ruas jalan sekitar 1 kilometer yaitu dari ruas jalan arah Jalan Sudirman menuju Jalan Maulana Hasanudin. Sementara arah sebaliknya belum dilakukan peningkatan. (can)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top