Nasional

Indonesia Jangan Absen Dalam Reunifikasi Korea

IMG-20180427-WA0045

JAKARTA-Pertemuan bersejarah dua pemimpin Korea, pada Jumat kemarin (27/4/2018) merupakan satu langkah maju demi terciptanya denuklirisasi di semenanjung Korea. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia harus mendorong agar ke dua negara tersebut melakukan reunifikasi, seperti Jerman Barat dan Jerman Timur.

“Kita harus mendorong negera-negara yang bersengketa untuk duduk di meja perundingan. Bagi kita, Indonesia selalu harus punya posisi ditengah sebab itu adalah salah satu tujuan dari kita bernegara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945,” kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Sabtu (29/4/2018).

Seperti diketahui, kedua pemimpin Korea, yakni Kom Jong-un dari Korut dan Presiden Korsel Moon Jae-in melakukan pertemuan untuk bekerja demi terciptanya denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Bahkan keduanya berjanji akan melanjutkan pertemuan untuk membuat sebuah perjanjian damai permanen di kawasan tersebut.

Melanjutkan keterangannya, Fahri menyebut pentingnya dua Korea melakukan reunifikasi agar tensi ketegangan di Semenanjung Korea itu bisa berhenti total. Sehingga kedua negara bisa saling membantu terhadap pembangunan mereka agar tercapailah perdamaian abadi seperti yang dicita-cita kan itu.

“Karena itulah, pertemuan antara Kim Jong-un dan pemimpin Moon Jae-in itu harus kita dorong. Dan, Presiden Jokowi harus mengambil inisiatif untuk mendorong terciptanya perdamaian ke dua Korea itu,” imbuh anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Apalagi, menurut penilaian Fahri, di Indonesia banyak sekali tokoh bangsa yang bisa melakoni untuk menjadi mediator perdamaian itu. Antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang punya wibawa di Korsel, Juga Megawati yang punya wibawa si Korut.

“Seharusnya tokoh-tokoh kita sekarang mulai aktif terlibat. Kenapa? Sebab Indonesia, sudah selalu sering absen di dalam peta perdamaian dunia, sehingga absen di Palestina, di Timur Tengah secara umum. Nah sekarang, dimulai dari Semenanjung Korea ini, seharusnya presiden mengambil inisiatif untuk mendorong terciptanya perdamaian,” pungkas Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan daftar lokasi yang berpotensi menjadi tempat pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah mengerucut menjadi dua negara. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top