Market

IHSG BEI Turun 11,13 poin

1213425383

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) pada Kamis pagi turun 11,13 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.349,80 poin, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,96 poin (0,28 persen) menjadi 1.044,10 poin.
“IHSG mengalami pelemahan setelah bergerak menguat dalam beberapa hari terakhir, sebagian pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi ambil untung,” kata Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Ia menambahkan bursa saham eksternal yang melemah, antara lain karena pengaruh kekhawatiran pasar terhadap konflik Amerika Serikat dengan Suriah, turut menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. “Amerika SerIkat dikabarkan bersiap-siap menyerang Suriah, kondisi itu membuat laju bursa saham kembali berbalik melemah,” katanya.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa secara teknikal, setelah IHSG mengalami kenaikan sehari sebelumnya harga sejumlah saham cenderung masuk dalam area jenuh beli meski beberapa harga saham masih relatif murah.
“Kondisi itu memberi sinyal pergerakan yang cenderung terkonsolidasi akan dialami IHSG, sehingga diperkirakan IHSG cenderung bergerak mendatar hingga terkoreksi dengan rentang pergerakan 6.280-6.370 poin,” katanya.

Di tingkat regional, indeks bursa Nikkei turun 7,02 poin (0,03 persen) ke 21.680,07; indeks Hang Seng menguat 135,09 poin (0,41 persen) ke 31.024,83 dan Straits Times melemah 3,63 poin (0,10 persen) ke posisi 3.476,13.

Padahal kemaren, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) , Rabu, dibuka menguat sebesar 52,57 poin seiring dengan harapan positif terhadap kinerja emiten.

IHSG BEI dibuka menguat sebesar 52,57 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.378,39. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 11,73 poin (1,12 persen) menjadi 1.051,34.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pelaku pasar yang optimistis terhadap laporan laba emiten pada kuartal pertama 2018 menjadi salah satu penopang bagi IHSG. “Investor cenderung mulai fokus pada hal yang lebih fundamental,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen mengenai Presiden AS Donald Trump yang ingin melakukan negosiasi dengan Tiongkok menjadi andil positif bagi pasar. “AS mungkin akan membuat kesepakatan dengan Tiongkok untuk meredakan ketegangan dagang yang menganggu pasar modal dan ekonomi kedua negara,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, kenaikan IHSG yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini bisa membuka peluang untuk aksi ambil untung sehingga dapat membuat apresiasi indeks menjadi terbatas.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 61,31 poin (0,29 persen) ke 21.730,82, indeks Hang Seng menguat 151,20 poin (0,49 persen) ke 30.879,94, dan Straits Times menguat 11,55 poin (0,33 persen) ke posisi 3.477,01. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top