Nasional

Guna Kurangi Korupsi, Proses Politik Harus Terbuka

IMG-20180109-WA0031

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebutkan, reformasi dan runtuhnya Orde Baru merupakan tonggak awal dari hidupnya nyawa demokrasi yang susungguhnya di Indonesia. “Runtuhnya Orde Baru adalah suatu patok bagi kita untuk menilai kualitas demokrasi kita selanjutnya,” kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berbicara dalam diskusi bertema ‘Jawa Adalah Kunci: Berebut Kekuasaan di Tanah Jawa’ di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pasca 20 tahun reformasi ini demokrasi Indonesia kian bertumbuh. Ada tiga hal penting yang sudah terbangun sehingga Indonesia mendapat predikat negara demokrasi terbesar di dunia. “Tiga sisi dari sistem demokrasi yang kita bangun ada konstitusi, institusi dan kultur dari demokrasi itu sendiri. Jadi ibaratkan rumah, maka demokrasi kita sudah lengkap semua,” jelasnya.

Sayangnya untuk kultur, lanjut Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Koorkesra) itu, budaya demokrasi yang dicerminkan oleh partai politik masih belum baik, utamanya dalam pelaksanaan kontes politik. “Misalkan dalam pilkada apakah kualitas parpol kita sudah meningkat, karena politik ini kan penuh hal yang tidak terduga dan drama,” ujarnya.

Diakui Fahri, pihaknya harus membuat proses politik yang terbuka dan terencana agar misteri dalam politik dikurangi. “Inilah cara kita mengurangi cikal bakal korupsi dalam politik,” tutup anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***eko

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top