Nasional

Golkar Sarankan Jokowi Terus Kunjungi Kiai

downloadfile

JAKARTA-Ketua DPP Golkar Andi Budi Sulistijanto memberikan masukan kepada Joko Widodo agar bisa menang di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Andi menyarankan Jokowi mulai sowan kepada seluruh kiai dan ulama dari semua organisasi, termasuk tokoh-tokoh Islam garis keras. “Jadi untuk itu tidak harus ke NU saja tidak harus ke Muhammadiyah saja tapi justru harus berani menyebrang sampai ke tokoh-tokoh Islam yang keras, yang garis keras,” kata Andi usai peluncuran bukunya ‘Komunikasi Politik Jokowi’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Saran ini diusulkan karena dua faktor, pertama mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Faktor kedua karena umat muslim biasanya akan mengikuti masukan dari para kiai dan ulama.
“Karena pertama ukurannya mayoritas rakyat kita adalah muslim. Yang kedua, dalam ideologi muslim itu pasti akan lebih percaya pada kiai dan ulamanya,” ujarnya.

Selain itu, Andi menemukan, ada dua gaya komunikasi politik dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Gaya pertama, Jokowi selalu memposisikan diri sebagai pelayan rakyat. Salah satu bentuknya adalah blusukan ke daerah-daerah.
“Saya istilah kan bahasa Inggrisnya public serven communication style. Dia sudah kelihatan bagaimana tidak merasa dirinya sebagai Presiden. Jadi dia merasa seperti rakyat biasa, selalu apa adanya melihat sesuatu yang fakta dilapangan,” ujarnya.

Gaya komunikasi politik kedua yang dipakai adalah Sendiko Dawuh. Andi menjelaskan gaya komunukasi Sendiko Dawuh adalah seorang yang selalu taat tunduk pada orang-orang yang dianggap senior dan mumpuni, contohnya para tokoh agama.

Andi menjelaskan, gaya itu diterapkan dengan selalu menyempatkan berkunjung menemui para ulama ketika kunjungan ke daerah-daerah. “Adalah dalam hal ini dalam kultur di Indonesia kan banyak kiai tokoh masyarakat. Itu yang sangat diharapkan Pak Jokowi petuah dan sebagainya,” ungkapnya.

“Untuk itu Pak Jokowi selalu berusaha disetiap kesempatan kunjungan-kunjungan ke daerah menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh agama, ke pondok, kiai dan sebagainya,” sambung Andi.

Di kesempatan sama, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi buku yang ditulis oleh Andi yang menggali gaya politik dari Jokowi.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menuturkan, Jokowi kerap menggunakan komunikasi yang apa adanya. “Dan menarik adalah beliau lakukan hanya politik apa adanya termasuk juga gaya-gaya non verbal misalnya ketika ada seseorang yang melambung, agar tidak melambung tinggi diajak lagi orang lain. Sehingga yang ketinggian bisa diajak turun, tidak terlalu melambung,” tandas Bamsoet. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top