Investasi

Gandeng Diaspora Demi Kuasai Manajemen Freeport

IMG-20181008-WA0044-1

JAKARTA-Langkah divestasi saham Freeport melalui Inalum harus dibarengi dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi tidak ada negara sekaya Indonesia, dimana SDM dan SDA nya melimpah. “Karena itu, diaspora perlu dilibatkan secara penuh, seperti menarik Archandra Tahar itu sudah benar,” kata pengamat politik Ujang Komarudin dalam ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ bersama anggota Fraksi MPR Nasdem Johnny G Plate dan Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir, di Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 8 Oktober 2018.

Menurut Ujang, kemampuan mengelola Freeport harus sudah disiapkan sejak sekarang. Dengan begitu bisa memberikan dampak kesejahteraan bagi rakyat. “Dengan merekrut orang-orang Indonesia yang hebat, maka diyakini mereka dapat membangun negeri ini,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review mengaku sempat mengunjungi lokasi Freeport beberapa waktu lalu. Freeport adalah gunung-gunung yang digali dan sekarang menjadi kubangan besar. “Itu merupakan kekayaan kita”, ujarnya.

Padahal, lanjut Dosen Universitas Al Azhar Indonesia, dengan melimpahnya kekayaan alam itu, maka masyarakat sekitarnya bisa bisa mengambil emas di sungai dengan cara mengayak. “Ada sesuatu yang salah sehingga perlu diperbaiki”, ungkapnya.

Dirinya membandingkan dengan kekayaan minyak yang ada di Arab Saudi di mana dari minyak itu masing-masing penduduk mendapat uang sebesar Rp 5 juta.

Untuk itu alumni UIN Sunan Gunung Djati ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam soal Freeport. “Mengambil alih Freeport saat ini merupakan momentum yang terbaik”, ujarnya. “Jadi perlu diapresiasi”, tambahnya.

Ujang mengingatkan pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah, disebut misalnya Aceh, karena ketidakadilan pembagian sumber daya alam. Untuk itu dirinya berharap agar sumber daya alam yang ada dikelola dengan baik. Terkait Freeport dirinya mengatakan kesejahteraan masyarakat di sana harus meningkat. “Kalau masyarakat masih miskin maka proses demokrasi hanya berjalan prosedural,” ujar alumni Program S3 UI itu.

Pernyataan apresiasi kepada pemerintah yang sukses mengambilalih Freeport juga disampaikan oleh anggota MPR dari Fraksi Hanura, Inas Nasrullah Zubir. Pengambilalihan Freeport tahun ini dipujinya. “Ngapain harus nunggu 2021”, ujarnya.

Langkah pemerintah disebut sebagai bentuk menegakan kedaulatan energi. “Hanya terjadi di era pemerintahan sekarang yang punya komitmen itu”, tuturnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top