Opini

Fenomena Tukar Kursi Pesawat

kompas

*)Oleh: Imam Adrian

Bagi traveler ataupun pelancong yang hobbi bepergian, fenomena tukar kursi pesawat sebenarnya bukan hal baru. Mungkin awalnya, bagi calon penumpang pesawat bingung apakah tukar kursi diperbolehkan atau tidak. Namun hal ini sering terjadi di lapangan.
Fenomena tukar kursi sangat mudah ditemukan pada penerbangan-penerbangan padat penumpang seperti saat mudik Lebaran atau hari-hari libur panjang dan hari raya lainnya, seperti Natal dan Tahun Baru.

Bagi traveler yang berencana menggunakan pesawat ada baiknya untuk memahami hak atas kursi anda. Apabila menghadapi penumpang yang ingin bertukar kursi, sebaiknya perhatikan beberapa faktor berikut.

Salah satunya, tentu melihat calon penumpang lain yang ingin bertukar kursi dengan faktor kehati-hatian dan kecermatan. Artinya, jangan sembarang bertukar kursi. Beberapa faktor lain yang perlu pertimbangan, antara lain : keamanan, waktu permintaan, kebutuhan, kesebandingan dan jenis kursi.

Faktor keamanan, adalah hal yang utama untuk keselamatan penerbangan. Sebelum tinggal landas, selalu ada awak kabin yang melakukan pengecekan ulang penumpang. Apa yang dilakukan oleh awak kabin tersebut, bukan hanya untuk menghitung jumlah penumpang tetapi juga untuk memberikan informasi kepada pilot mengenai distribusi berat.Untuk pesawat dapat tinggal landas maka harus melawan gravitasi.

Selayaknya permainan jungkat-jungkit, pesawat pun sangat bergantung pada titik keseimbangan. Titik keseimbangan saat lepas landas dan mendarat haruslah sama. Pada pesawat berbadan besar, seseorang diperbolehkan untuk bertukar dengan jarak maksimal 10 kursi.

Namun pada pesawat kecil perpindahan sedrastis itu akan sangat mengganggu keseimbangan pesawat. Dengan demikian, jumlah beban dan titik beban pesawat menjadi perhitungan yang krusial bagi pilot untuk menjaga keselamatan penerbangan. Apabila perhitungannya tidak tepat maka keselamatan penerbangan akan terganggu.

Waktu permintaan, sejalan dengan prinsip keamanan, maka waktu permintaan tukar kursi juga perlu diperhatikan. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa awak kabin melakukan headcount sebelum lepas landas. Gunanya agar pilot dapat menentukan titik keseimbangan pesawat saat lepas landas.

Oleh karena itu apabila ada penumpang lain yang meminta tukar kursi setelah dilakukan penghitungan, saat pesawat lepas landas, dan lampu tanda sabuk pengaman sudah dinyalakan, maa sebaiknya ditolak demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Selain itu, apabila ada penumpang yang tiba-tiba meminta untuk bertukar kursi saat penumpang lain baru memasuki pesawat, sebaiknya ditunda atau tolak dulu permintaan tersebut karena dapat menghambat penumpang lain untuk duduk di kursinya masing-masing.

Kebutuhan, kebanyakan awak kabin tidak keberatan apabila penumpang menginginkan untuk tukar kursi karena biasanya tergantung pada kesediaan dari pemilik kursi. Oleh karena itu apabila ada penumpang yang meminta untuk bertukar kursi, maka keputusan ada di tangan penumpang tersebut.

Penumpang dapat menerima ataupun menolak karena kursi sepenuhnya adalah hak penumpang tersebut. Namun sebelum penumpang memutuskan, ada baiknya untuk melihat kebutuhan dari sang peminta. Tidak masalah untuk bertanya perihal kebutuhannya.

Kebanyakan orang menginginkan tukar kursi hanya karena ingin duduk dekat jendela atau dekat lorong. Artinya hanya atas dasar keinginan, bukan kebutuhan. Namun apabila ternyata kebutuhan sang peminta cukup penting, maka boleh kiranya Anda untuk berbesar hati merelakan kursi Anda. Contoh dari kebutuhan itu seperti seorang Ibu yang mendapat kursi terpisah dari anak anaknya sedangkan anak-anaknya harus didampingi, atau seorang lansia yang terpisah dengan pengasuhnya.

Kesebandingan, faktor ini penting untuk diperhatikan sebelum menerima atau menolak permintaan tukar kursi. Bagaimana pun juga posisi kursi penumpang adalah hak. Oleh karena itu sudah sepantasnya untuk memperhatikan posisi kursi sang peminta terlebih dahulu.

Apabila penumpang lain sengaja memilih kursi di dekat lorong, kemudian diminta untuk bertukar dengan kursi bagian tengah hanya karena sang peminta tidak ingin merasa terjepit, maka itu kurang adil. Namun apabila penumpang duduk di dekat lorong bertukar dengan kursi dekat lorong juga, maka bolehlah diterima. Karena kedua kursinya sebanding. Dengan demikian tidak ada hak dari salah satu pihak yang terciderai.

Jenis kursi, beberapa kursi memiliki “jenis dan harga” nya masing-masing. Tidak mungkin seseorang yang duduk di kursi kelas ekonomi meminta bertukar kursi dengan Anda yang duduk di kelas bisnis. Tidak etis pula apabila penumpang yang duduk di kursi belakang meminta bertukar kursi dengan anda yang telah memesan kursi khusus seperti hot seat dari Air Asia yang memang dilengkapi beberapa fasilitas khusus. Sudah sepantasnya kursi ditukar dengan kursi yang sekelas dan sebanding. Bisa juga bisa mengklik, https://m.traveloka.com/en-id/citilink.

Demikianlah sejumlah faktor penting yang perlu mendapat perhatian oleh para penumpang pesawat, sebelum meminta bertukar kursi dengan penumpang lain. Dengan memahami hal ini, maka bisa menciptakan suasana tertib saat bepergian dengan menggunakan pesawat.

*)Penulis adalah Pegiat Pariwisata

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top