Nasional

Edward Sakit, Hakim Tunda Sidang Kasus Dana Pensiun Pertamina

IMG-20180516-WA0084

JAKARTA-Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hari ini, Rabu, (16/5/2018) menunda sidang kasus Edward Soeryajaya terkait dana pensiun PT Pertamina. Sidang tersebut rencananya dimulai pukul 13.00 WIB dan dipimpin Hakim Ketua Sumarsono. Namun ditunda hingga pukul 16:00 WIB, karena Edward yang datang mengenakan batik bersama istrinya, Atila terlihat sakit dan berjalan tertatih-tatih.

Edward nampak lemas dan pucat saat hendak berjalan ke kursi pesakitan tersebut. Karena itu Kuasa Hukum terus mendampingi kehadiran Edward.

Hal itu pula yang membuat Hakim Ketua Sumarsono memutuskan untuk menunda pembacaan dakwaan kepada Edward Soeryadjaya.

Lebih jauh Hakim Ketua Sumarsono meminta agar Edward membawa surat keterangan dokter sebagai bukti memang benar-benar sakit.

Edward Soeryadjaya saat dikonfirmasi wartawan mengaku dirinya memang sedang benar – benar sakit. Dia pun menyampaikan kekecewaannya atas kasus yang menimpa dirinya kini. “Saya lagi sakit, dan sama sekali tidak direncanakan, mana bisa sakit direncanakan. Semalam saya tidak tidur. Saya terpukul karena hak- hak saya yang sudah diputuskan bukan terdakwa dan bukan tersangka, kenapa masih tetap terdakwa. Itu yang tidak habis pikir,” ujar Edward saat hendak meninggalkan ruangan sidang.

Sambil tertatih, Edward menyampaikan harapan kecilnya agar Majelis Hakim dan Ketua Majelis Hakim mempunyai hati nurani untuk menjalankan putusan praperadilan.

“Kalau semua itu dikesampingkan dan diabaikan, saya tidak tahu lagi. Sekarang saya dipaksa mendengarkan dakwaan, kalau asal dengar dakwaan mana bisa? Ya, mana mungkin, saya kan harus mengerti apa yang didakwa, kalau memang ada salahnya,” jelas Edward.

“Tapi kalau menurut putusan prapradilan, saya tidak bisa didakwa lagi. Karena sebagai tersangka saya sudah murni dibebaskan,” sambung Edward.

Sementara itu Istri Edward, Atila Soeryadjaya saat ditemui ditempat yang menilai suaminya kini seperti telah dianiayaya dan dihancurkan secara perlahan. “Saya tidak mengerti hukum. Tapi saya tahu pra pradilan sudah menggugurkan tapi masih diginikan terus, orang tidak salah tapi 6 bulan dikurung dan dihancurkan namanya. Ini berarti pengianayaan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top