Pertanian

DPR Pertanyakan Produksi Beras yang Tak Capai Target

images

JAKARTA, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mempertanyakan produksi beras Indonesia yang konon ditargetkan pada tahun 2017 lalu mencapai 70-an juta ton per tahun. Tapi, kenapa kini stok beras di pasar itu berkurang?

“Katanya sudah memproduksi 70 juta ton per tahun. Artinya kalau produksinya meningkat, stok sudah surplus dan bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan dunia. Tapi kenyataannya stok beras di pasaran berkurang,” tegas politisi PKB itu pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Karena itu kata Daniel, dampaknya harga beras melambung tinggi hingga mencapai 24 %, yang membuat masyarakat sulit. Pemerintah seharusnya bisa mengatur (managemen) pengelolaan penanaman.

“Siklusnya harus diatur kebutuhannya berapa setiap bulan, dan penanamannya harus di bulan apa? Sehingga jangan sampai saat panen raya harga beras malah anjlok. Sedangkan saat paceklik, beras di pasaran menghilang, dan harga sangat tinggi. Ini menyulitkan rakyat,” ujar Daniel.

Menurut Daniel semua itu akibat belum terbentuknya Badan Pangan Nasional (BPN) yang menjadi amanah undang-undang. Sehingga membuat penanganan masalah pangan menjadi parsial. “Tak hanya itu, Bulog pun dibuat mandul. Karena di satu sisi Bulog harus mampu memenuhi kewajiban sosial agar tercipta kestabilan nasional, dan di sisi lain dituntut untuk mampu memberikan keuntungan pada negara,” ungkapnya.

Dengan demikian, Bulog mau menjalani semua tugasnya. Sehingga yang paling mudah adalah menjadikan Bulog sebagai BPN, agar semua masalah komoditas pangan menjadi tanggung jawab Bulog. “Tentu BPN disertai berbagai kewenangan,” tambah Daniel.

Sementara itu mafia selalu dijadikan kambing hitam. “Kalau memang ada mafia, harus segera ditindak tegas. Cari mekanisme yang tepat untuk memberantas Mafia. Kedua, mencari mekanisme agar ada nilai tambah untuk petani sejahtera, tidak hanya ke pedagang,”pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top