Nasional

DPD Prihatin Penyiraman Terhadap Novel Baswedan

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2014 – 2019 Farouk Muhammad menyatakan prihatin yang mendalam dan penyesalan atas peristiwa yang telah menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai shalat subuh kemarin (11/4). Untuk itu dia mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum secara serius menemukan pelakunya.

Kejadian yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan, telah menunjukan bahwa pola tindakan kekerasan digunakan dalam menghentikan komitmen pemberantasan korupsi. Dengan kejadian Ini justru harus semakin menguatkan komitmen publik untuk secara bersama-sama memerangi segala bentuk korupsi.

“Saya khawatir di negara kita mulai tumbuh pembunuh-pembunuh bayaran, bahkan bisa jadi mulai terjangkit penyakit pembunuh bayaran berlatar politis seperti di negara tetangga, Philipina,” kata Farouk Muhammad pada wartawan di Gedung DPD RI Rabu (12/4/2017).

Mantan panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK Ini percaya bahwa kasus Novel terlalu kecil bagi Kapolri Jenderal Tito yang dikenal kapabilitasnya dalam mengungkap kasus-kasus gelap. Tetapi dirinya berpesan, yang menjadi tantangan bagi jajaran reserse kriminal adalah mengungkap “the man behind the gun” atau aktor intelektual dibalik kasus, yang disinyalir melibatkan orang-orang penting di republik Ini.

“Perlu keseriusan dari pihak penegak hukum untuk memecahkan kasus Novel dengan seksama dan cepat, agar dikemudian hari tidak menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top