Nasional

DPD dan DPC Hanura Pembelot Diberi Kesempatan Kembali Bergabung

images

JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Hanura, I Gede Pasek Suardika mengatakan DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masih memberi kesempatan kepada sejumlah DPD Provinsi dan DPC Kabupaten/Kota Partai Hanura di seluruh Indonesia yang sempat membelot untuk kembali merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Ketua umum Oesman Sapta Odang (OSO).

“Saat ini yang sudah resmi bergabung kembali adalah DPD dan DPC Jatim, Yogyakarta, Jawa Barat, Maluku, Kaltara, Kaltim. Dan sejumlah wilayah lainnya,” kata Suardika dalam keterangan pers usai Rapat Koordinasi Pimpinan DPD Hanura di seluruh Indonesia di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Rapat Koordinasi dipimpin langsung Ketua umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Rapat yang mengumpulkan pimpinan DPD Provinsi dan DPC Kabupaten/Kota itu juga dihadiri pengurus pusat DPP Hanura. Tema pertemuan adalah ‘Konsolidasi Organisasi menghadapi Verifikasi Faktual KPU Menuju Pemilu 2019’.

Kehadiran OSO dalam rangka pembekalan terhadap para kadernya. Rapat koordinasi masih akan terus berlangsung hingga esok hari. Rencananya pada Kamis (18/1/2019) ini, semua pimpinan DPD I dan DPC II akan menyatakan sikap dukungannya kepada kepemimpinan OSO.

Suardika mengaku tidak bisa menyebut persis berapa jumlah DPD I dan DPC II yang hadir pada pertemuan itu, karena kehadiran pimpinan DPD I dan DPC II bergelombang. Seperti di wilayah Sumatera. Dinilainya, agak unik karena untuk DPD Sumatera Barat misalnya, yang sebelumnya kompak membelot ke kubu Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding, per hari ini hampir seluruhnya kembali ke pihak OSO.

“Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumsel, Jambi dan Sumut serta Aceh sudah bergabung. Hanya saja ada dua orang dari Aceh yakni Ketua DPDnya dan Sekretarisnya yang masih membelot. Di Aceh juga ada 3 DPC lagi yang masih kita berikan kesempatan,” tegasnya.

Sedangkan untuk DPD dan DPC Riau belum ada kejelasan. “Belum jelas. Saya imbau temen-temen di Riau, kembalilah, kami masih beri kesempatan hingga 2×24 jam,” tegasnya.

Suardika berpendapat, aksi kudeta Sekjen Sarifuddin Sudding yang memecat OSO sebagai Ketua umum, seperti upaya kudeta gagal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kudeta yang direncanakan oleh pihak Militer Turki dengan membentuk faksi-faksi dengan membentuk kekuatan, ternyata berhasil digagalkan oleh rakyat Turki sendiri.

“Jadi ini seperti kudeta Presiden Turki Erdogan. Prinsipnya sama, sejumlah oknum menyusup kepada pimpinan DPD yang kemudian terprovokasi, lalu aksi provokasi itu merembet ke daerah-daerah lain, hingga mereka merasa kuat. Lalu melakukan aksi perlawanan,” ungkap Suardika.

Sebelumnya, Ketua umum Partai Hanura Oesman Sapta mengungkapkan bahwa ihwal dari kemelut di internal partainya karena adanya isu ketidaktransparan sejumlah oknum di DPP. Ada di antara oknum yang melakukan praktik meminbta sumbangan namun dilakukan tanpa bertanggungjawab.

Uang sumbangan yang diterima si oknum itu, ternyata tidak dilaporkan ke Bendahara umum. Mendapati fakta itu, OSO kemudian melakukan penertiban dengan melakukan pemecatan terhadap sejumlah pimpinan DPD yang dianggapnya nakal, bahkan pemecatan hingga ke elit DPP di antaranya Sekjen DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top