Nasional

Dosen Pidana UBK Ini Sesalkan Penahanan Terhadap Lutfhi, Siapa?

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra menyayangkan langkah aparat penegak hukum (Kepolisian-Kejaksaan) yang melakukan penahanan terhadap salah satu pendemo beberapa waktu lalu.

“Kasus Lutfhi yang kini ditahan akibat unjuk rasa reformasi pada September- Oktober lalu yang terjadi spontan sporadik menjadi catatan penting bagi penyelenggara negara dan pemegang kekuasaan, pada umumnya perlawanan rakyat itu muncul karena ada rasa ketidakadilan,” tandas Kaprodi FH UBK itu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Sekali lagi, Azmi menandaskan, peristiwa yang terjadi ini karena sebab akibat (causalitas), seharusnya pemerintah dan pemegang kekuasaan sadar diri dan evaluasi objektif.

“Yang ribut dan saling rebut itu siapa? Yang buat gaduh kondisi negara itu siapa? Kok tega “menumbalkan” remaja ini atas nama keamanan nasional, atas nama ketertiban?” sindir Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha).

“Ini kurang tepat, lari dari tujuan filosofi hukum apalagi mengamputasi hak atas kemanusiaannya,” sambungnya.

Seharusnya, Azmi mengingatkan, Jaksa semestinya jangan terburu-buru untuk P 21.

“Teliti detail kasus ini, karena terjadinya peristiwa ini bukan hal biasa, bukan maunya si remaja ini, namun ada kausalitas? Dan dapat saja hakim nantinya akan membebaskan atau memutuskan lepas dari tuntutan hukum atas kasus ini,” tegasnya.

Yang lebih penting, kata dia, seharusnya ada juga fungsi pencegahan dan pembinaan oleh penegak hukum ditingkat kepolisian untuk Luthfi ini.

“Pertanyaan lainnya kenapa cuma dia seorang yang di tahan?apa karena alasan viral di medsos? Penegakan hukum yang begini kan janggal sekali,” sindir Azmi.

Menurutnya, diluar kacamata pertimbangan sisi yuridis yang melihat unsur-unsur perbuatan, lihat pula ada rasa kemanusiaan, aspek sosiologis, termasuk kepentingan hukum yang lebih luas misal hak kemanusiaannya, termasuk dampak lingkungan yang tidak sesuai dan perkembangan jiwanya.

“Ini yang penting dan harus diperhatikan pula, akibat ditahan jadi abai haknya dan dapat berdampak memperburuk keadaan psikis remaja ini karena dirinya harus menjalani sebagai tahanan, jadi tidak semua perbuatan kan harus dengan prinsip pemidanaan dan ditahan,” tandasnya.

“Sehingga cara pandang dan pemikiran prinsip pemidanaan harus pula dapat ditempatkan secara benar dan tepat, karenanyan jika dikaitkan dalam kasus Luthfi dirasa kurang tepat penerapan prinsip pemidanaan,” pungkasnya.
Azmi Syahputra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top