Nasional

Direktur KPK Maju Pilkada, Zulkifli Berharap Pelopori Antikorupsi Birokrasi

IMG-20171229-WA0039

JAKARTA- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyambut baik keputusan Wali Kota Bogor Bima Arya menggandeng Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedie A. Rachim sebagia bakal calon wakil wali kota Bogor.

Bima Arya merupakan kader PAN sekaligus petahana Pilwakot Bogor untuk Pilkada Serentak 2018. Zulkfili meyakini dengan menggandeng jebolan KPK, maka dapat mendongkrak perolehan suara calon kepala daerah.

“Justru agar bersih. Agar bisa jebolan-jebolan KPK jadi bupati, wali kota, kan bagus. Bisa jadi pelopor antikorupsi,” kata Zulkifli Hasan usai menyampaikan Refleksi Akhir Tahun 2017 di Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Menurut Zulkifli, pertimbangan Bima Arya menggandeng Direktur lembaga anti korupsi tersebut setelah melalui pertimbangan dan komunikasi dengan dirinya. Iapun menyetujuinya. “Iya. Setuju. Agar tertib,” kata Ketua MPR RI ini.

Bagi Zulkifli dengan pengalaman Dedie A. Rachim di KPK, diharapkan jika pasangan calon pilwakot Bogor ini terpilih maka pemberantasan korupsi menjadi akan menjadi prioritas. “Ya nonpartisan agar sungguh-sungguh pemberantasan korupsi itu menjadi prioritas,” tandasnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan tentang pengunduran diri Dedie A Rachim. Menurut Agus, pimpinan KPK merestui pengunduran diri Dedie sebagai Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi KPK untuk terjun ke politik praktis.

Agus menyampaikan alasan KPK merestui Dedie maju dalam Pilwakot Bogor. Menurutnya, dengan kehadiran Dedie dalam pemerintahan diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan yang efektif dan bersih dari tindak pidana korupsi.

“Pimpinan KPK setuju, merestui dan mendukung, agar bisa membantu mewujudkan pemerintahan yang efektif, dan bersih, serta bebas KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di Kota Bogor,” kata Agus, kemarin.

Tentang pengunduran diri tersebut, Agus mengungkapkan sebelumnya, Dedie A. Rachim sudah memberi tahu dan pamit kepada pimpinan KPK. “Mungkin hari-hari ini sudah mempersiapkan administrasi pengundurannya. Pemberhentian pegawai atas permintaan sendiri kan boleh. Sebelumnya sudah banyak yang melakukan,” kata Agus.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top