Nasional

Dilaporkan ke KPK, Cak Imin Anggap Black Campaign

CAK IMIN-3

JAKARTA, Merespon laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2014, Cak Imin anggap itu kampanye hitam atau black campagn.

“Itu kasus yang sudah inkrah dan hanya ada orang merasa yang mengatasnamakan saya dan itu sudah dibantah pengadilan oleh yang bersangkutan bahwa tidak pernah memberikan sesuatu pada saya. Kalau ini, hari hari ini muncul tidak lebih dari black campaign saja,” tegas Cak Imin, Rabu (25/4/2018) malam.

Menurut Cak Imin, kasus yang menyeret dirinya itu bermula dari kesaksian pihak yang mengaku meminta uang dan mengatasnamakan Muhaimin Iskandar. Tapi, dalam surat putusan (vonis), kesaksian itu telah dibantah.

“Di situ hanya ditulis ada orang mengaku minta uang atas nama saya. Tapi orang itu juga membantah bahwa uang itu tidak diberikan pada saya,” ujarnya.

Menurut MAKI, dalam surat tuntutan perkara Jamaludin, uang yang diterima Cak Imin diduga didapat dari pemotongan anggaran Tahun 2013. Ada pun uang hasil pemotongan itu, disinyalir juga diberikan kepada beberapa pihak, yakni Achmad Said Huri, Dadong Ibrarelawan, dan I Nyoman Suisnaya. Diduga, pemberian uang dilakukan pada Tahun 2013.

Saat proyek ini bergulir, Cak Imin menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009-2014. Merujuk pada surat tuntutan Jamaludin, Boyamin menuturkan, KPK harus bertanggung jawab saat nama Cak Imin disebut dan diduga turut mendapat jatah Rp 400 juta di proyek itu.

Karena itu, Boyamin meminta KPK untuk transparan dalam penanganan kasus tersebut. Sebab menurut dia, KPK belum memberikan pernyataan resmi soal hal tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top