Perbankan

Dana Mengendap Pemprov Jatim Rp3,95 triliun, Pemkot Surabaya Rp1,85 triliun

warkutim.com

JAKARTA-Kementerian Keuangan mengungkapkan Provinsi Jawa Timur memiliki dana menganggur alias mengendap di perbankan daerah (dana idle) sekitar Rp3,95 triliun hingga akhir semester pertama 2016. Begitupun dengan Pemkot Surabaya juga memiliki dana mengendap sebesar Rp1,85 triliun.

Selain Jawa Timur, Jawa Barat juga termasuk provinsi yang cukup besar memiliki dana menganggur yakni Rp8,03 triliun. Disusul Provinsi DKI Jakarta yang dana mengendapnya Rp13,95 triliun. “Pada tingkat provinsi, simpanan pemda mencapai Rp 52,6 triliun, yang terdiri dari giro sebesar Rp 25,7 triliun atau 48,9%, deposito sebesar Rp 26,5 triliun atau 50,4% dan tabungan sebesar Rp 0,4 triliun atau 0,7%,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kemkeu Boediarso Teguh Widodo di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Dari catatan Kementerian Keuangan total posisi dana menganggur itu mencapain sebesar Rp 214,67 triliun. Posisi tersebut lebih rendah Rp 31,51 triliun dari posisi akhir bulan sebelumnya sebesar Rp 246,18 triliun dan lebih rendah Rp 58,83 triliun dari posisi pada periode yang sama 2015 lalu sebesar Rp 273,49 triliun.

Menurut Boediarso, berdasarkan jenis simpanannya, dana idle terbesar berupa giro sebesar Rp 137,2 triliun atau 63,9% dari total dana idle. Sementara sisanya dalam bentuk deposito senilai Rp 73,6 triliun atau 34,3% dan dana yang parkir di tabungan Rp 3,88 triliun atau 1,81%.

Sementara itu, posisi simpanan di perbankan kabupaten atau kota sebesar Rp 162,1 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari giro Rp 111,5 triliun atau 68,8%, deposito Rp 47,1 triliun atau 29,1%, dan tabungan Rp 3,5 triliun atau 2,2%.

Data Kemenkeu daerah yang memiliki dana menganggur, yakni Kabupaten Bogor Rp 1,91 triliun, Kabupate Badung Rp 1,66 triliun, Kabupaten Bandung Rp 1,65 triliun. Kemudian Kota Medan Rp 2,27 triliun dan Kota Tangerang Rp 1,63 triliun
***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top