Nasional

Bung Karno Banyak Belajar Dari Sarekat Islam

IMG-20170612-WA0035

JAKARTA-Pengamat Timur Tengah Novriantoni Kahar mengungkapkan Bung Karno banyak belajar dari Sarekat Islam saat akan mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Bahwa ideologi keagamaan itu bukan malah memperlapang gerakannya. Namun lebih pada keinginan mencari payung yang lebih besar lagi. “Bung Karno bersikap tegas dalam menghadapi ideologi negara Islam, terutama soal Khilafah pada era 1940-an silam,” katanya dalam diskusi “Ngaji Bareng Bung Karno di Megawati Institute, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Bahkan, kata Alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Soekarno menjadi satu-satunya founding father yang saat itu dengan tegas membela penista agama dan penista khilafah.
“Saya tidak temukan founding father kita yang menulis pembubaran khilafah selain Bung Karno, kita bisa lihat dia punya preferensi intelektual sendiri, dia punya imagination, dia bayangkan bangsa yang dia bentuk seperti apa,” ucapnya.

Sehingga gagasan khilafah pada zaman itu tidak laku seperti sekarang dimana mulai muncul kembali desakan itu. “Pada akhirnya yang dihasilkan Bung Karno dari pemikirannya dia tidak betul-betul adopsi Turki, Indonesia itu pada akhirnya negara yang bukan-bukan, bukan sekuler bukan pula theokratis,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top