Nasional

BNPT Akui Tak Mampu Tangani 289 Narapidana Terorisme

JAKARTA, Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menegaskan jika BNPT tak punya kemampuan anggota yang cukup untuk menangani 289 napi teroris yang tersebar di 113 Lapas di seluruh Indonesia.

RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J. Mahesa.

“BNPT tidak punya kemampuan jumlah anggota yang cukup. Sekarang ini ada 289 narapidana terorisme tersebar di 113 lapas di seluruh Indonesia,” jelas Suhardi di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Selain itu dibutuhkan satu lapas khusus untuk menggantikan fungsi lapas cabang Salemba di kompleks Mako Brimob, Depok. “Dibutuhkan satu lapas yang khusus sekarang sedang dibangun di Nusakambangan. Kapolri juga sudah minta dibangun baru di Cikeas, untuk pengganti yang di Mako Brimob,” kata Suhardi.

Sebelumnya pihak Polri sempat menyebut persoalan kelebihan kapasitas menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penyanderaan oleh para napi terorisme di Mako Brimob pada awal Mei lalu.

Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan BNPT untuk membahas mengenai wilayah tugas masing-masing pihak dalam penanganan dan pemberantasan terorisme.

“Mana wilayah BNPT, Densus 88, Polri, dan keterlibatan TNI. Dalam rapat ini harus didapatkan poin agar masyarakat ke depan tahu tidak ada yang tumpang tindih. Mana prestasi BNPT, Polri, Densus, dan prestasi yang dilakukan dalam pelibatan TNI,” kata Desmond.

Hal itu sebagai konsekuensi telah disahkannya Revisi UU Terorisme dalam sidang paripurna, Jumat (25/5) lalu. Terdapat banyak perubahan signifikan dalam revisi UU tersebut, termasuk pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. Namun, pelibatan TNI tersebut akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top