Perbankan

BNI Kucurkan Rp100 Miliar Untuk Dua PG di Jatim

images

JAKARTA-BNI 46 mengucurkan pinjaman kredit Rp100 miliar kepada PG Rajawali I. Dana itu terbagi senilai Rp 75 miliar untuk PG Krebet Baru dan Rp 25 miliar untuk PG Rejo Agung Baru. “Untuk penyaluran KUR Wilayah Surabaya, BNI menargetkan sebesar Rp 1,75 Triliun,” kata CEO BNI Kanwil Surabaya, Risang Widoyoko di Surabaya, Kamis (21/7/2016).

Risang menambahkan KUR merupakan program pemerintah dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Agustus 2015. “2016 BNI memiliki Target penyaluran KUR secara nasional sebesar Rp 11,5 Triliun pada 2016,” tuturnya.

Sampai dengan saat ini, lanjutnya, realisasi penyaluran KUR BNI di Wilayah Surabaya sebesar 43 persen dari target,” jelas Risang.

Kerjasama tersebut merupakan kerjasama penyaluran KUR secara executing kepada para petani tebu melalui koperasi lembaga linkage yang ada dibawah binaan PT PG Rajawali I.

Saat ini PG KBB menikmati fasilitas KKPE-TR melalui SKC Malang sejak 2011 dengan past performance lancar.

Penyaluran KUR sendiri terbagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu kredit untuk TKI dan segmen mikro dengan maksimum kredit Rp. 25 juta, serta kredit segmen ritel dengan maksimum kredit Rp. 500 juta.

Untuk mendukung program pemerintah dalam penyaluran KUR tersebut, BNI mengerahkan seluruh outletnya yang ada di Wilayah Jawa Timur.

Direktur Utama PG Rajawali I, yang mengelola PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru, Gede Meivera, mengatakan bila rendeman tebu rata-rata dari dua PG itu 9,5 persen. Bahkan di PG Krebet Baru, rendeman bisa mencapai 10 persen.
“Tapi tahun ini kami prediksi rendeman hanya di kisaran 8 persen. Bila hal ini terjadi produksi gula bisa berimbas,” katanya.

Lebih lanjut, Gede menjelaskan musim giling tahun ini, pihaknya mentargetkan ada 2.500 ton tebu untuk bahan baku gula.

Jumlah itu lebih banyak dibanding musim giling tahun 2015 lalu. Namun, karena rendeman menurun, jumlah produksi gula diprediksi juga turun.

Meski musim giling ini mengalami penurunan, PG Rajawali I tetap melakukan pengembangan dan pendampingan terdapat 35.000 petani tebu dibawah pengelolaannya.**

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top