Industri & Perdagangan

BKSAP Dukung Pembukaan Pasar Ekspor Non Tradisional

Juliari dan Bara

JAKARTA—Pembukaan pasar-pasar ekspor non tradisional memang harus digenjot dan dibuka selebar-lebarnya. Karena Indonesia tak bisa mengandalkan pasar ekspor yang sudah ada sejak lama. “Kita sepakat dengan anjuran Presiden Jokowi, agar mencari pasar lain, terutama yang belum tergarap, padahal potensinya besar,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Juliari Batubara dalam diskusi “BKSAP Kuatkan Hubungan Kerjasama Bilateral Meksiko?” bersama anggota BKSAP Fraksi PAN, Bara Hasibuan di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Apalagi selama ini, kata Juliari, transaksi perdagangan antara Indonesia dan Meksiko mencapai US$1,7 Miliar. “Dari transaksi ini, surplus buat Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh anggota Fraksi PDIP meminta pemerintah untuk memfasilitasi pembukaan pasar baru dan kerjasama produksi minyak sawit mentah (CPO) dengan Meksiko setelah Eropa menolak komoditas itu dengan berbagai alasan. “Peluang pasar CPO ke negara Amerika Latin itu cukup besar. Hal itu didasarkan pada hasil kunjungan delegasi DPR itu ke negara tersebut pada pada 14-20 April lalu,” paparnya.

Selain bertemu dengan pimpinan parlemen Meksiko, delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Juliari juga bertemu dengan Kadin Meksiko (COMCE) serta IOUSASOl yang merupakan kelompok perusahaan penyedia solusi energi terbarukan Meksiko.

Menurut Juliari, pada saat Indonesia menghadapi tekanan akibat kampanye negatif atas CPO asal Indonesia di Eropa, Meksiko akan menjadi alternatif pasar baru melalui kerja sama saling menguntungkan. Apalagi, dalam kondisi saat ini ketika Eropa memberlakukan resolusi yang diskriminatif, ujarnya.

“Pihak Meksiko menyampaikan usulan joint-venture pengolahan CPO asal Indonesia di negara tersebut sehingga produk turunan yang dihasilkan dapat masuk ke pasar Eropa melalui Meksiko,” ujarnya dalam satu acara diskusi hari ini di Gedung DPR, Kamis (26/4).

Juliari mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Perdagangan untuk menindaklanjuti peluang kerjasama tersebut. “Kami telah menyampaikan kepada mereka bahwa Indonesia masih harus mendiskusikan lebih lanjut dengan Kementerian Perdagangan,”ujarnya didampingi Bara Hasibuan yang juga anggota delegasi BKSAP ke negara tetangga Amerika Serikat tersebut.

Sementara itu, Bara Hasibuan mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menindaklanjuti peluang kerjasama itu dengan meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral kedua negara.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah meningkatkan status Kedutaan Besar Indonesia di Meksiko sehingga hubungan perdaangan pun bisa ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan menambah Konsul Jenderal di sejumlah kota-kota utama negara tersebut termasuk di Tijuana.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top