Industri & Perdagangan

Bisnis Ritel Diprediksi Bergairah Paska Penundaan Intip Kartu Kredit

IMG-20160615-WA0009

JAKARTA-Langkah Kementerian Keuangan menunda kebijakan soal kewajiban pelaporan data nasabah kartu kredit oleh perbankan menggairkan lagi dunia ritel. Konsumsi masyarakat diprediksi kembali normal. “Semoga tidak ada gangguan-gangguan semacam ini lagi, sehingga ritel bisa tumbuh lebih tinggi tahun ini,” kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, Minggu (10/7/2016).

Pengusaha ritel, kata Tutum merespon positif kebijakan tersebut. “Kita bersyukur akhirnya ditunda, sebab kebijakan itu tadinya mengganggu konsumsi masyarakat dan penjualan ritel turun,” terangnya.

Dengan adanya penundaan ini, sambung Tutum, berarti lebih adil untuk masyarakat yang akan mengikuti pengampunan pajak. Diharapkan konsumsi masyarakat akan kembali normal dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, sejak kebijakan tersebut diterbitkan pada Maret 2016, banyak nasabah yang mulai menutup kartu kredit. Ada ketakutan dari masyarakat akan rekaman transaksi bila diketahui oleh para petugas pajak.

Ini yang kemudian memicu penurunan penjualan ritel dalam beberapa bulan terakhir. Terutama jenis barang-barang mahal, yang kecenderungan dibeli masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas kartu kredit. “Jadi lebih ke barang-barang mahal yang digunakan kelompok kelas atas,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top