Headline

Biaya Pembangunan Flyover Teluk Lamong Rp1,2 Triliun

2017_10_19-22_33_14_09a96f9fc1cba9db29fb401e13a79254_960x640_thumb

SURABAYA-Akses jalan Kalianak-Osowilangun yang menuju Pelabuhan Teluk Lamong sudah cukup padat. Sehingga mengganggu lalulintas truk pengangkut kontainer. Oleh karena itu, perlu segera membangun flyover dan tapper menuju Terminal Teluk Lamong (TTL). Adapun investasi proyek tersebut diperkirakan senilai Rp1,2 triliun. “Dengan adanya flyover ini nanti kendaraan dari tol bisa langsung ke mulut pelabuhan,” kata CEO PT.Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Dana Diputra di Surabaya, Senin (5/2/2018)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika guna menggarap proyek aksesbilitias tersebut. “Pembangunan aksesbilitas flyover dan tapper ini akan menghemat waktu kendaraan/truk yang mengangkut barang menuju Terminal Teluk Lamong,” tambahnya.

Ari Askhara-sapaan akrabnya menjelaskan pembangunan aksesbilitas flyover dan tapper ini akan menghemat waktu kendaraan/truk yang mengangkut barang menuju Terminal Teluk Lamong. Selama ini, kendaraan yang akan masuk pelabuhan Teluk Lamong masih harus melewati Jalan Kalianak-Osowilangun yang kerap padat. “Kalau sekarang ini kendaraan yang keluar pelabuhan maupun yang dari tol menuju Teluk Lamong itu harus lewat jalan kecil dan itu wasting time,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan saat ini kapasitas TTL mencapai 1 juta TEUs per tahun, dan telah melayani arus petikemas mencapai 500.000 TEUs per tahun. Dengan dibangunnya aksesbilitas tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kinerja peti kemas setidaknya tumbuh 50% atau mencapai 750.000 TEus.

Jembatan dan jalan layang (eleveted) ini sepanjang 1,8 km dengan sisi Benowo sepanjang panjang 363 meter dan sisi Teluk Lamong sepanjang 350 meter. Lebar ruas 40 meter.

Direktur Operasi I Wika, Chandra Dwi Putra menjelaskan dalam pembangunan flyover tersebut Wika akan menggunakan sistem jembatan “unibridge” yakni jembatan balok beton (girder) komposit dengan menggunakan pin pada setiap sambungan antar-girder dengan konsep modular.

“Sistem ini tidak memerlukan pengencangan berkala, seperti halnya penggunaan baut pada model konvensional. Selain itu, material jembatan memiliki desain yang kompak dan ringan, serta lebih efisien dan lebih cepat dalam proses pembangunannya,” jelasnya.

Wika menargetkan pembangunan jembatan flyover ini akan rampung dalam waktu 12 bulan dan tahun depan sudah bisa beroperasi. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top