Headline

Basis Industri, Jawa Timur Perlu Banyak Vokasi Berkualitas

IMG-20171115-WA0048

KEDIRI-Pemprov Jawa Timur dan Kementerian Perindustrian sepakat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur. Apalagi posisi industri di wilayah Jawa Timur mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 32%. “Jatim ini, basisnya industri, setelah Jabar. Kita punya kota industri, seperi Kediri, Sidoarjo, Gresik dan lain-lainnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat mengunjungi PT Gudang Garam, Rabu (15/11/2017).

Lebih jauh kata Airlangga, pemerintah terus memperluas kawasan-kawasan Industri. Sehingga diharapkan masyarakat sekitar bisa bekerja di Industri. Saat ini penyerapan dari SMK diharapkan meningkat.

Oleh karena itu, lanjut mantan Ketua Komisi VI DPR, Program vokasi ini diharapkan menjadi pilot project Kementerian Perindustrian 100% yang mampu diserap. Begitupun dengan pelatihan dan re-training. “Kami mendorong pembukaan adanya BLK-BLK di Ketenagakerjaan. Sehingga makin banyak masyarakat yang mendapat pendidikan sesuai dengan keinginan industri atau lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Mantan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia berharap ke depan jumlah lulusan vokasi yang terserap bisa lebih banyak lagi. Makanya, bagi lulusan vokasi yang sudah mengikuti program, bisa mendapat sertifikasi. “Jadi mereka bisa langsung diterima industri.

Apalagi banyak lulusan SMK yang menjadi Dirut. Mereka toh bisa melanjutkan ke D1, D2, D3. Mereka bisa berkarir di produksi menjadi supervisor, sampai posisi paling tinggi. “Saya punya contoh, misalnya Pabrik Coca-Cola, lulusan vokasi ini meniti karier dari bawah sampai menjadi Dirut. Begitupun di Krakatau Steel, Gudang Garam, Indomobil, kemudian juga di Daihatsu. SMK bisa hebat,” ujarnya memberi semangat.

Kementerian Perindustrian sendiri sudah melakukan program vokasi sejak 1947. Program akademi perindustrian dan vokasi perindustrian orientasinya sudah kepada kompetensi dan hampir 98% diserap industri.

Tentunya, untuk mencapai target tersebut, perlu melakukan sosialisasi dan menyambungkan vokasi dengan industri karena tidak semua daerah mempunyai industri. “Kita harus mencari industri yang bisa mendukung SMK. Salah satu keuntungan vokasi, mereka yang sudah terlatih akan mendapatkan industri. Tentu mereka juga butuh dukungan supaya kembali ke industri,” imbuhnya. ****

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top