Headline

Bantuan Alsintan Bisa Pacu Produksi Pertanian Tuban

SURABAYA- Pemberian alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah mendorong produksi gabah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sehingga mampu mencapai 10 ton dengan kualitas padi sangat baik, meningkat tajam jika dibanding produksi sebelumnya sekitar 7-6 ton.

“Sangat membantu sekali, karena alsintan bantuan ini mempercepat kami dalam memproduksi padi. Terlebih kami juga diberi bantuan alat mesin tanam yang sangat cocok dengan pesawahan di Tuban,” Kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayet dalam keterangan pers yang diterima di Surabaya, Sabtu, (13/4/2019)

Petani di Sukoharjo, Jawa Tengah, juga mengaku sangat terbantu dengan alsintan bantuan Kementan, seperti dikatakan Karjono pertani di wilayah itu.

“Tentu saja sangat bermanfaat mas, utamanya dalam peningkatan produksi. Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan pemerintah,” kata Karjono.

Menurut Karjono, ada lima desa yang menggunakan alsintan bantuan Kementan. Kelima Desa itu antara lain Wareng dan Galangan. Kata dia, para petani dari lima desa tersebut sama-sama memiliki hak dalam menggunakan mesin.

“Terus terang ini sangat bermanfaat sekali bagi kami yang sehari-hari bertani. Selama ini kami tidak pernah mendapat perhatian sebesar ini dari pemerintah. Maka itu, kami sangat senang dan bersyukur,” katanya.

Karjono membandingkan, hasil produksi beras sebelum menggunakan alsintan hanya sekitar 7 ton per hektar, sedangkan hasil produksi setelah menggunakan alat bantu mencapai 9 ton bahkan lebih.

Direktur Alat Mesin Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah menjelaskan selama tahun 2014 bantuan yang dikeluarkan pemerintah untuk alsintan mencapai Rp520,18 miliar dengan volume unit sebanyak 12,501.

“Untuk tahun 2015, total anggaran yang dikeluarkan Rp 1,98 triliun dengan volume unit mencapai 56,785,” kata Andi.

Adapun total anggaran yang digelontorkan tidak tahun 2016 mencapai 2,96 triliun dengan volume unit mencapai 148,804. Selanjutnya, anggaran pada tahun 2017 mencapai Rp 2,83 triliun dengan volume unit mencapai 84,381.

“Sedangkan anggaran pada tahun 2018 mencapai 3,4 triliun dengan volume unit mencapai 126,942,” katanya.

Andi menambahkan, seluruh bantuan yang tersalurkan merupakan bentuk keseriusan Kementan dalam mendorong peningkatan jumlah produksi. Selain itu, alsintan juga diharapkan menjadi jalan bagi anak muda agar mau turun langsung ke sektor pertanian.

“Dengan teknologi, kita harapkan generasi milenial mau bercocok tanam, peduli dengan nasib petani dan siap meningkatkan produksi pangan kita,” katanya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top