Headline

Bank Maspion Tambah Modal Fokuskan Layanan Digital

images (13)

SURABAYA-PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) berupaya keras untuk menambah modal hingga satu triliun rupiah. Penambahan modal ini terkait dengan peningkatan layanan digital. “Kami akan kembangkan layanan internet banking, mobile banking dan juga memperkuat layanan electronic channel berupa Virtual Account,” kata Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim dalam siaran persnya di Surabaya, (30/6/2016).

Oleh karena itu, kata Herman, Bank Maspion menargetkan pada semester II 2016 naik ke status Bank Buku 2. “Saat ini sudah tercapai sekitar Rp 680 miliar. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank,” tambahnya.

Guna menggenjot modal hingga Rp1 triliun itu, lanjut Herman, perseroan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
“Saat ini, kita ini sudah menyiapkan seperangkat infrastruktur penunjang layanan. Yang paling difokuskan adalah layanan teknologi informasi atau layanan digital,” terangnya.

Menurut dia, ke depan layanan perbankan akan lebih banyak pada aktivitas mobile. Layanan perbankan secara tatap muka atau pelayanan di kantor, saat ini sudah digantikan dengan layanan digital melalui mobile phone.

Terkait kredit, kata Herman, bank memiliki 51 jaringan kantor telah menyalurkan kredit sebesar Rp 4,04 triliun selama 2015. Realisasi tersebut naik 28 persen dibanding 2014.

Per Mei 2016, penyaluran kredit mencapai Rp 4,05 triliun. Portofolio kredit per Mei 2016 sebagian besar ke sektor produktif. Penyaluran kredit dalam bentuk modal kerja dan investasi masing-masing 63 persen dan 29 persen.

Dari sisi sektor ekonomi, fokus utamanya disektor perdagangan dan industri yang kontribusi masing-masing 38 persen dan 28 persen. “Untuk kredit bermasalah kami hanya 0,64 persen. Kenapa cukup rendah, karena kami sangat selektif dalam mencairkan kredit,” tuturnya.

Sementara untuk laporan keuangan perseroan, selama 2015, BMAS mencatat laba bersih Rp 40,19 miliar, naik 59,66 persen dibanding 2014 yang sebesar Rp 25,17 miliar. Peningkatan kinerja tersebut berlangsung hingga Mei 2016 dengan perolehan laba sebesar Rp 26,75 miliar. “Saat ini pemerintah memang menyarankan agar bunga bank single digit. Saat ini kami masih sekitar 11 persen. Secara bertahap kami akan berupaya ke single digit,” pungkas Halim.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Syarifudin Bassara mengataka secara umum terjadi perlambatan kinerja perbankan. Penyaluran kredit pada triwulan I/2016 hanya tumbuh 7,35 persen, turun dibanding triwulan III/2015 sebesar 8,93 persen

Sebaliknya, risiko kredit atau Non Performing Loan (NPL) meningkat dari 1,92 persen menjadi 2,44 persen. “Kredit berdasarkan lokasi proyek melambat cukup signifikan dari 10,41 persen menjadi 6,27 persen dengan NPL yang meningkat dari 2,14 persen menjadi 2,37 persen,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top