Nasional

Arsul Sani: Kalau PPP Netral, Konstituen Tetap Harus Memilih

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini belum memutuskan arah koalisi dalam putaran kedua Pilkada DKI 2017 pada April 2017 mendatang. Hanya saja kalau putusan akhir PPP bersikap non blok atau netral, maka PPP meminta konstituen tetap menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan.

“Kalaupun nanti putusan musyawarahnya partai bersikap ‘non blok’, yaitu tidak berpihak kepada Anies-Sandi maupun Ahok-Djarot, PPP tetap meminta agar jajaran dan konstituennya menggunakan hak pilihnya sesuai dengan prinsip-prinsip politik akhlakul karimah, dan tidak golput,” tegas Sekjen PPP, Arsul Sani pada wartawan di Jakarta, Senin (27/2/2017). Sebelumnya Arsul mengatakan jika berdasarkan aspirasi konstituen, PPP diharapkan mendukung Anies-Sandi.

Menurut anggota Komisi III DPR RI itu, kini PPP masih menuntaskan konsolidasi di tingkat internal terlebih dahulu soal sikap koalisi dalam Pilkada putaran kedua tersebut. Seusai masa reses di DPR, PPP akan bermusyawarah dengan tingkat DPW DKI sebelum memutuskan arah koalisi itu sendiri.

“Jadi, PPP akan menyelesaikan konsolidasi dan konsultasi internal sampai akhir minggu depan. Setelah para anggota DPR F-PPP yang jadi pengurus harian DPP PPP kembali dari reses di dapil masing-masing, baru kami akan rapat musyawarah dengan DPW PPP DKI untuk memutuskan sikap politik di Pilkada DKI ini,” ujarnya.

Karena itu, PPP tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil sikap koalisi. PPP sendiri merupakan partai pengusung Agus – Sylvi yang sudah mundur karena hanya memperoleh suara sebesar 17,05%. Sedangkan Ahok-Djarot 42,98 % dan Anies-Sandi 39,95%.

“Kami tidak akan terburu-buru untuk putuskan soal dukungan di putaran kedua Pilkada DKI, karena memang tidak ada aturan Pilkada yang mengharuskan parpol untuk tentukan sikap di putaran kedua dalam rentang waktu tertentu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top