Industri & Perdagangan

APBBI: Kontribusi Pusat Perbelanjaan di Jakarta Sangat Besar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan keberadaan pusat perbelanjaan di Jakarta sangat berkontribusi banyak terhadap roda perekonomian selama ini.

Menurutnya, kontribusi tersebut tidak bisa dianggap enteng jika dilihat impactnya secara luas.

“Catatan kami (APPBI) sangat banyak kontribusi kita terhadap perekonomian daerah maupun pusat. Misalnya saja, kami melakukan kemitraan strategis dengan UMKM dimana kami menampung sebanyak 42.808 UMKM, bahkan kami juga menyediakan 762 unit kantin dibeberapa pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta ini,” ungkap Stefanus saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (07/11/2019).

Selain itu, lanjut Stefanus, banyak kegiatan lainnya yang dilakukan pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta khususnya dalam menstimulus pendapatan ekonomi para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami setiap tahun adakan event pameran. Event ini salahsatu upaya yang kami lakukan guna mendorong gairah perekonomian. Catatan kami dalam setahun kami bisa gelar event-event semacam pameran ini sampai 712 kali. Jadi kalau bicara kontribusi, keberadaan kami ini cukup banyak efek dominonya terhadap perekonomian bangsa ini,” terang Stefanus.

Selain itu, lanjut Stefanus, kontribusi pusat perbelanjaan dari sektor pajak juga cukup signifikan.

“Kontribusi kami dari sektor pajak juga cukup banyak. Mulai dari Pajak Bangunan (PB) I, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), reklame-reklame, area parkir, umbul-umbul yang setiap bulannya kami patuhi kewajiban-kewajiban tersebut. Pajak tersebut kan intinya masuk ke Pemda juga, itu artinya sekali lagi kontribusi kami terhadap perekonomian daerah dalam hal ini Jakarta cukup signifikan,” ujar dia.

Kendati demikian, Stefanus merasa masih ada timbal balik yang belum memadai jika dibandingkan dengan kontribusi pihaknya terhadap perekonomian selama ini.

“Utamanya terkait regulasi. Regulasi yang ada selama ini seperti mematikan langkah kami bukan malah mendukung langkah kami. Saya kira keberadaan Perda No 2 tahun 2018 tentang Perpasaran mesti dipahami secara utuh oleh semua pihak agar peraturan tersebut dapat berjalan dengan maksimal,” tandas Stefanus.

Terkait regulasi, Stefanus berharap agar semua pihak termasuk para stakeholder mengedepankan prinsip kebersamaan dalam membangun perekonomian bangsa.

“Saya berharap Pemda (DKI Jakarta), DPRD dan Kami (APPBI) bisa sama-sama duduk bareng guna mencari solusi terbaik kenapa regulasi yang ada belum maksimal dijalankan. Saya kira itu,” pungkas Stefanus. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top