Market

Anjloknya Rupiah, DPD Minta Masyarakat Jangan Salahkan Pemerintah

20180905_160151

JAKARTA-Ketua DPD RI Dr Oesman Sapta Odang (OSO) meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Karena hal ini akibat adanya siklus ekonomi dunia. Dengan kata lain, pemerintah tak bisa disalahkan. “Saya ikuti terus perkembangan rupiah, karena saya juga seorang pengusaha,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Berbaga negara juga mengalami hal yang sama, jadi bukan saja Indonesia. Lihat saja Turki, nilai mata uangnya Lira anjlok sampai 80%, begitupun dengan Argentina jatuh hingga 56%, lalu Venezuela juga melemah 17%. Kemudian Eropa, lihat Inggris yang sempat anjlok hingga 5%. “Masyarakat jangan terpengaruh dengan pikiran-pikiran negatif soal rupiah, terutama dari lawan politik Pak Jokowi,” tambahnya.

Lebih jauh OSO menegaskan DPD tidak akan tinggal diam terhadap serangan-serangan elit politik terkait politisasi rupiah. Karena pemerintah sudah bekerja keras mengatasi rupiah. “Aneh, kok ada yang menuduh bahwa kebijakan pemerintah ini salah. Kali ini saya tidak bisa tinggal diam,” ucapnya lagi seraya menceritakan bahwa dirinya berasal dari kalangan pengusaha yang sedikit banyak memahami persoalan ekonomi. “Saya juga paham soal perdagangan internasional, dan sekurang-kurangnya saya menghayati soal ekonomi Indonesia,”

OSO menyindir sejumlah ahli ekonomi yang lebih banyak mengkritik pemerintah ketimbang memberikan solusi. Bahkan para ekonom tersebut, sebenarnya tidak paham soal ekonomi Indonesia. “Jadi mari kita berkontribusi memberikan pikiran-pikiran yang dapat melindungi ekonomi Indonesia. Jangan sampai pelemahan rupiah ini menyebabkan pengusaha UMKM terkena dampaknya. Namun OSO yakin pengusaha UMKM itu paling kuat bertahan, hanya saja harga barangnya juga bisa naik,” paparnya.

Dia sepakat dengan adanya gerakan cinta rupiah. Bahkan kalau perlu semua belanja dalam rupiah. “Mari kita belanja dalam rupiah, agar nilai rupiah menjadi naik. Ngapain belaja pakai Dolar. Kita juga bukan negara dengan mata uang dolar,” ujarnya.

Dikatakannya, jadi kalau mau lihat ekonomi yang bagus itu Jepang, dan yang paling jelek itu dan kemudian membaik, bisa lihat itu Meksiko. “Bayangkan dulu itu Meksiko ekonominya amburadul, tapi sekarang bisa surplus. Artinya dulu itu Meksiko kena siklus dunia. Nah kalau siklus dunia datang ke Indonesia, anda tidak akan bangga,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top