Nasional

Anas Thahir : Pemimpin Harus Hati-Hati Keluarkan Statemen

IMG-20190202-WA0051

BANYUWANGI-Bangsa Indonesia sedang bersiap-siap menghadapi perhelatan demokrasi akbar yang akan digelar 17 April 2019, yakni Pilleg dan Pilpres serentak.

Masa kampanye sudah berjalan sejak September 2018. Tentu panggung politik berada dalam suasana perdebatan yang bersifat massif, baik di media mainstream, lebih-lebih di medsos yang siapapun bisa nengangkat diri jadi reporter, bahkan jadi ‘pemimpin redaksi’.

Karena itu Politisi PPP yang duduk sebagai anggota MPR-RI, H. Anas Thahir mengingatkan agar semua pihak mengendalikan diri dalam memberikan pernyataan-pernyataan politik maupun kebangsaan di ruang-ruang publik.

Diskusi dan perdebatan yang terjadi harus tetap dalam kerangka persaudaraan sebangsa, yang tetap saling menghargai. “Ibarat di musim kemarau, di mana-mana sedang berserakan jerami dan kayu kering yang mudah terbakar. Karenanya berhati-hatilah kita dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan politik. Terutama para pemimpin yang jadi panutan masyarakat” ujar Anas ketika menjawab pertanyaan media di Banyuwangi, Sabtu (2/2/2019).

Dikatakan Anas, para pemimpin adalah tauladan ummat. Setiap Statemen yang dipublish akan menjadi sekolah kebangsaan yang akan dicontoh oleh rakyatnya. “Jadi kalaulah harus bicara di depan publik pilihlah narasi yang menyejukkan dan membangun sehingga bisa menjadi pelajajaran berharga bagi tercapainya tujuan berdemokrasi,” ujar anggota Komisi IX DPR.

Mantan Wakil Sekjen PBNU ini menambahkan perdebatan akademik dan diskusi-duskusi kritis harus tetap bisa berjalan terbuka dan saling mengingatkan. “Sebab kita memang sedang di musim kampanye. Masyarakat dan siapapun boleh menyatakan pendapat di depan umum tanpa harus ditutup-tutupi,”jelasnya lagi.

Namun Anas mengingatkan masing-masing harus bertanggung jawab atas kebenaran, kejujuran dan akibat yang akan ditimbulkannya. Jangan suburkan kebencian diantara kita. “Seluruh energi dan ikatan emosi kita harus dikendorkan selama musim kampanye berlangsung. Jangan malah dikencangkan. Dengan demikian kepala boleh panas, tapi hati harus tetap dingin” kata Anas sambil mau meninggalkan tempat.

Ketika dikejar pertanyaan siapa pamimpin kita yang kurang berhati-hati dalam memberikan statemen publik, Anas mengatakan “lho jangan ikut bakar-bakar. Saya sedang menasehati diri sendiri dan siapapun” ujarnya sambil melempar senyum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top