Nasional

Ajukan Lima Tuntutan, Ribuan Ojol Demo Kantor Gojek

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM-Ribuan Driver onjek online (Ojol) Gojek yang tergabung dalam Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana) turun ke jalan memprotes sejumlah tuntutan kepada PT.Gojek Indonesia yang berada area Pasaraya Blok M Jakarta. Para driver ojol tersebut mengeluarkan lima tuntutan guna memperbaiki kesejahteraan.

Adapun lima tuntutan itu, antara lain-Pertama, stop Rekrutmen driver GOJEK. Kedua-perbaiki sistem operasi aplikasi dalam suspensi dan pemutusan kemitraanagar lebih transparan, adil dan obyektif. Ketiga-tinjau ulang perjanjian kemitraan yang setara antara aplikator dengan drivernya. Keempat-peningkatan proteksi akun driver dan pelanggan bisa memberantas order fiktif dan pembajakan akun driver. Kelima-penyegaran dan perombakan manajemen perusahaan untuk memutus rantai permainan oknum-oknum manajemen yang nakal. “Pada kenyataannya perusahaan belum mampu memberikan kontribusi yang adil bagi jutaan drivernya yang notabene menjadi ujung tombak perusahaan,” kata Koordinator lapangan Sunardi dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurut Sunardi, pasca lahirnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) justru ada sesuatu yang janggal terkait masalah jumlah pembagian order yang tidak adil. Bahkan sangat sepi diikuti dengan aturan yang selalu diterapkan sepihak oleh perusahaan. “Contohnya driver yang menolak order tiba-tiba disuspend sementara, tanpa ada hak untuk menjelaskan masalah secara obyektif,” tambahnya.

Padahal, kata Sunardi, di lapangan kejadian sangat dinamis dengan tipikal penumpang yang berbeda-beda. Belum lagi masalah rekrutmen driver Gojek besar-besaran, pembajakan akun driver, order fiktif yang merugikan driver yang sepenuh hati dan jujur dalam bekerja.

Sementara Penanggungjawab Aksi Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana) Machmoed Fly mengatakan hingga kini perusahaan belum mampu memberikan kontribusi yang adil bagi jutaan drivernya yang notabene menjadi ujung tombak perusahaan.

Padahal, kata Machmoed, pada Maret 2019 lalu, pemerintah dan perwakilan driver berhasil melahirkan payung hukum untuk ojek daring melalui Permenhub No.12 tahun 2019 yang isinya memberikan perlindungan dan kepastian tarif dan lainnya.

Sayangnya, lanjut Machmoed, aplikator tidak menggubris soal perbaikan tarif tersebut. Bahkan Aplikator selalu beralasan, grafik order pelanggan Gojek terus menurun. Padahal ini hanya alasan klasik yang disampaikan perusahaan tentang persaingan “tidak sehat” yang dilakukan oleh kompetitor dengan menjadikan promosi massif yang secara bisnis merugikan perusahaan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top