Market

Abdilah Fauzi : Ekonomi Indonesia Mulai Cenderung Menurun

downloadfile

JAKARTA-Pengamat Ekonomi, Abdilla Fauzi Achmad menilai ekonomi Indonesia tengah mengalami kontraksi atau penurunan aktifitas ekonomi yang ditandai dengan masih tingginya angka pengangguran dan penurunan pendapatan. Jika situasi ini tidak secara diatasi dengan prudent maka bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami resesi ekonomi lantaran aktifitas perekonomian menjadi kian lemah.
Karena itu, dibutuhkan pendekatan komprehensif khususnya melalui reformasi struktural di dalam kebijakan perekonomian negara diiringi dengan upaya efisiensi penggunaan sumber keuangan negara.
“Senyatanya, murni dari sisi ekonomi, memang kita sedang mengalami kontraksi. Agar jangan sampai terjadi krismon, saya kira, perlu ada langkah konkrit secara objektif terlepas dari syahwat politik dan melepaskan ego sentris keberpihakan,” terangnya.
Menurutnya, semua elit hendaknya berpikir untuk menyelamatkan NKRI. Karena itu, semua elit seharusnya tidak lagi berpikir untuk kelompok atau golongan melainkan berpikir mengedepankan kepentingan rakyat banyak, khususnya yang berada dibawah garis kemiskinan.
“Jadi, demi kepentingan bangsa yang lebih besar saya kira perlu para elite mencari solusi konkrit terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang belakangan mulai mencekik rakyat,” tuturnya.
Salah satu cara yang mudah dilakukan dan mudah diawasi adalah memperbaiki deficit. Karenaya, Tim ekonomi pemerintah, , harus ikut membantu dengan cara memperbaiki defisit neraca pembayaran, defisit jasa, defisit perdagangan dan sebagainya.

Sebab berbagai defisit itu, bisa menjadi faktor yang digunakan spekulator untuk menghantam mata uang rupiah.
“Mata uang kita sekarang ini terus melemah. Saya kira, tingkatkan eksport dan kurangi import. Sekalipun kita tetap dan memang wajar menganut aliran Devisa-Bebas, namun pastikan Devisa Hasil Export (DHE) diendapkan dalam kurun-waktu tertentu dengan masa yang signifikan tetap didalam negeri,” urai mantan Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Dia mengaku, situasi ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini memang berbeda dengan situasi ekonomi pada tahun 1998. Namun dia berharap semua elemen bangsa bersatu untuk menghadapi ekonomi Indonesia yang sedang sulit.
“Tentu banyak kebijakan ekonomi yang seyogyanya bisa ditetapkan serta ilaksanakan secara bertanggung-jawab, tanpa langkah-koruptip. Marilah kita bersatu, dengan Nawaitu untuk kepentingan NKRI dan masyarakat,” pungkasnya.
Belakangan ini, kondisi ekonomi global semakin memburuk. Satu persatu negara-negara berkembang mulai merasakan dampaknya. Venezuela telah mengalami krisis berkepanjangan, sementara Turki mulai merasakan dampak panasnya perubahan iklim ekonomi global. Perang dagang antara Amerika dan Cina semakin memperburuk lanskap perekonomian global, sementara Indonesia mengalami pelemahan kurs mata uang akibat defisit neraca perdagangan yang diakibatkan menurunnya jumlah ekspor dan rendahnya harga komoditas di pasar global.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top