Industri & Perdagangan

53 Tahun, PT. Sritex Menjadi Produk Kebanggaan Indonesia

sritex

53 Tahun, PT. Sritex Menjadi Kebanggaan Indonesia
 

Perusahaan tekstil terintegrasi PT Sri Rejeki Isman Tbk berhasil mencetak kinerja yang kuat ditengah situasi perekonomian global yang tidak menentu akibat perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Pada Semester I 2019, Penjualan Kotor Perseroan tercatat meningkat sebesar 16,16% dibandingkan dengan Semester I 2018.

Kenaikan tersebut merupakan pencapaian diatas rata-rata industri mengingat perang dagang yang masih mencemaskan pasar. Penjualan yang kuat tersebut didukung oleh dominan nya penjualan benang yang berkontribusi sebesar 40.1% terhadap total penjualan hingga Semester I 2019.

Pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan didukung oleh penerapan strategi yang tepat, hal ini bisa terlihat dari pendapatan bersih Perusahaan yang ikut meningkat 12,29% pada 6 bulan pertama tahun ini, menjadi USD 63,25 juta. Hal ini ditopang oleh nilai tambah yang terus dikejar oleh Perusahaan agar dapat memperbaiki net overall margin .

Menariknya, kontribusi penjualan ke Amerika Serikat dan Amerika Latin juga meningkat sebanyak 3.2 kali lipat hingga pertengahan tahun ini, atau berkontribusi sebesar 13,6% dari total penjualan ekspor senilai USD 51,35 juta dari USD 15,98 juta di periode tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Perusahaan cukup luwes dalam mengambil kesempatan yang ada di pasar global.

Tekstil dan Pakaian Jadi adalah sektor industri manufaktur yang tumbuh tertinggi pada kuartal II 2019 sebesar 20,71%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan sektor industri kertas dan makanan minuman. Industri tekstil tumbuh didukung oleh peningkatan produksi di beberapa sentra, dan masih kompetitif di kancah internasional.

Industri yang perlu dilindungi oleh pemerintah

Industri tekstil merupakan industri prioritas di banyak negara berkembang karena menyerap banyak tenaga manusia dan secara langsung mempengaruhi pendapatan per kapita. Hal ini penting mengingat tekstil merupakan salah satu kebutuhan primer – sandang, pangan, papan yang dapat berkontribusi kepada perekonomian nasional.

Perlindungan yang patut dilakukan adalah penerapan safeguard terhadap barang-barang impor yang masuk secara masif sehingga merusak banyak produsen didalam negeri. Kedua, perluasan free trade agreement yang recipro cal atau adil dan seimbang.

Sejalan dengan rencana pemerintah untuk terus menggenjot ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk  berkomitmen untuk terus memperbesar volume ekspor. Untuk tetap memperluas pangsa pasar, Perusahaan menargetkan penjualan ekspor bisa berkontribusi dalam kisaran 62-65% dari total penjualan pada tahun ini. Dengan itu, slogan Perusahaan yang berbunyi “Karya Indonesia Untuk Dunia” bisa terus menjadi motivasi kami untuk terus menciptakan devisa bagi negara.

Perusahaan juga yakin bahwa tingkat daya saing perusahaan tekstil di Indonesia tidak kalah dibandingkan negaranegara lain seperti Vietnam dan Bangladesh. Tentunya, masih terus bisa ditingkatkan dengan sinergi antara para pelaku usaha dan pemerintah dari hulu hingga hilir. Indonesia saat ini baru mengisi 2-3% dari kebutuhan tekstil global dimana nilai ekspor nasional tahun 2018 tercatat sebesar USD 13,8 miliar. Bersama dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo 5 tahun kedepan, kami mendukung visi untuk terus membangun infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menuju Indonesia Unggul. Dengan adanya 2 upaya tersebut, diharapkan target peningkatan ekspor dapat dicapai oleh seluruh industri manufaktur tanah air.

Gerakan Kebersihan Sritex’ menuju usia ke-53

Sepanjang tahun ini, kami telah menaruh perhatian yang lebih terhadap lingkungan sekitar dan isu keberlanjutan yang sedang menjadi perhatian dunia internasional. Untuk mensosialisasikan semangat ini, bersamaan dengan rangka Hari Ulang Tahun yang ke-53, Sritex Group bersama dengan masyarakat sekitar berkumpul untuk melakukan Gerakan Kebersihan Sritex Group yang berjumlah 38,000 orang untuk membersihkan area didalam dan sekitar pabrik. Gerakan ini merupakan yang terbesar, sehingga diberikan penghargaan MURI yang juga merupakan penghargaan MURI Sritex yang ke-9.

Kami berharap bahwa gerakan ini dapat menjadi contoh yang baik kepada seluruh karyawan dan juga masyarakat sekitar agar bisa menjaga lingkungan dan kebersihan.

Menjunjung Tinggi Kesetaraan dan Inklusifitas Pekerja

PT Sri Rejeki Isman Tbk telah memenuhi UU no.8 Tahun 2016 dimana Perusahaan Swasta wajib memperkerjakan sedikitnya 1% penyandang disabilitas dibandingkan dengan total jumlah karyawan. Kami bangga bahwa inklusifitas dan kesetaraan dapat dicapai di Perusahaan kami dengan baik. Kami berharap bahwa inklusifitas tersebut dapat terus berjalan dan meluas, sehingga paradigma kurang baik terhadap penyandang disabilitas dapat hilang di masyarakat. Diluar pekerja pabrik, Sritex juga mendukung Yayasan Difabel Sukoharjo (Sehati) dengan menyediakan kain untuk dijahit dan dijual sebagai bentuk pemasukan rumah tangga. Pelatihan agar kualitas jahitan pun telah dilakukan, sebagai bekal mata pencaharian para pekerja rumahan yang ingin fokus di bidang garment making atau konveksi.

Tentang PT Sri Rejeki Isman Tbk:

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) merupakaan perusahaan tekstil dan garmen nasional yang terintegrasi dalam satu ata p, dengan 4 proses prod uksi utama: Spinning, Weaving, Finishing, dan Garment. PT Sri Rejeki Isman Tbk. yang didirikan Alm. HM Lukminto pada tahun 1966, memiliki fasilitas yang terletak di Semarang dan Sukoharjo Jawa Tengah. Pelanggan SRIL saat ini tersebar diseluruh dunia yaitu di Asia, Eropa, Amerika, Australia, dan Afrika.

SRIL tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dan merupakan satu – satunya perusahaan tekstil yang terdaftar pada LQ45. Perseroan juga termasuk dalam IDX 30 yang diumumkan pada J anuari 2017 serta menda patkan penghargaan sebagai salah satu IDX Top 10 Blue 2016 dan The Best Blue 2017. Penghargaan prestigius ini berdasarkan kinerja saham SRIL atas faktor likuiditas, pertumbuhan, dan shareholders depth.

PT. Sritex juga selalu menggelar Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, setiap tanggal 17 Agustus yang melibatkan ribuan karyawan. Kali ini, dimeriahkan oleh penyanyi Tulus dan Raisa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top